Powered By Blogger

Friday, February 11, 2011

My spagetti



Kemarin pas mbak wening pulang ke rumah, kami menyempatkan waktu untuk membuat spageti bareng. Aku Cuma bantu dikit si…tapi kan ikut andil juga..^-^
Ini dia resepnya :
1.spageti 250 gr
2.daging sapi giling 200 gr
3.bawang bombay 1 siung
4.margarin secukupnya
5.sambal 1 botol kecil (lupa ukuranny)
6.saus sesuai selera
7.lada hitam, garam, gula
Cara :
1.panaskan margarin
2. tumis bawang bombay sampai harum..
3.masukkan daging, sampai coklat
4.beri air secukupnya
5. Beri lada hitam, garam dan gula sesuai selera
6. Setelah daging cukup matang, beri sambal dan saus
Kira-kira proses 15 menit.
Di saat yang sama, rebus spageti selama 15 menit atau sesuai selera (kekenyalan)
Setelah dua-duanya matang, keduanya siap di hidangkan…

Thursday, January 6, 2011

Maaf, aku meminjammu

Maaf meminjam namamu untuk tulisan-tulisanku. Tidak mencintaimu lagi tidak menjadikanku lupa tentang semuanya. Maaf, aku tetap saja melihatmu sesekali,walau kadang dengan tatapan acuh. Meski waktu membawa cintaku ke masa yang tidak akan kembali, karena melihatmu hampir setiap hari tetap saja mengingatkan ku akan rasa hati ini. Aku mengingat tapi hatiku sudah tidak merasakan apa-apa kecuali ketidakpedulian, entahlah, bisa disebut seperti itu atau tidak. Apakah hal-hal seperti ini bisa disebut egois? tetap menuliskan tentang kamu, tapi sudah tidak peduli?

Maafkan aku karena masih saja menyebut-nyebut namamu saat aku bilang penantianku selesai. Apakah aku terkesan memanfaatkanmu untuk jadi sumber inspirasi?
Jika kau bosan membaca kata-kata yang tak penting ini, tunggu aku menemukan seseorang yang lain, yang mampu membuat aku menuliskan sesuatu, hanya dengan melihatnya. Jika kau risih, sekali lagi, aku cuma meminta ini, sesederhana ini, biarkan aku pinjam namamu, untuk tulisan-tulisanku. Itu saja.

Saturday, January 1, 2011

terbawa waktu

Waktu, mohon tetap sejajarlah denganku
Jangan berjalan terlalu cepat
Aku tak bisa digesa-gesa

Waktu,
Aku mohon jangan buka rahasiaku
yang kuceritakan padamu dulu
Aku ingin meneruskan perjalanan
Tanpa dia tau betapa aku
Pernah tidak bisa tidur
Hanya karena
dia

Kau
Aku ingin pergi dari hadapanmu secepatnya
bukan kau yang pergi meninggalkan aku
Agar aku, tak perlu melihat kau pergi menjauh
dari tempat ini
Pergilah…
Kau tak akan sanggup memburu waktu,
karena cintaku terbawa waktu yang lalu

Saturday, November 20, 2010

A winner is not usually an intelligent person

A winner is someone who can face their life wisely. Being a winner is not always related to receiving a prize or an award. Tobe a winner is not always about compete with other. I don’t agree with the statement that a winner is usually an intelligent person. For me, being a winner is not just about intelegency, but it is about mentally side. To win our life, the key is being honest with ourself.
There are three things that can make us to be winner. First, become a winner is about being responsible with our act. Whatever we have done, it will give the result. A winner is usually accept the result, no matter what. And intelligent people is not always have it.

Second, the winner is someone who can find their inherent gift and make their own goals. If we find what we good at, we can make a plan for our life. We can develop our creativity everyday. Someone who have bad inntelegency also can pursue their dreams, if they try harder than the intelligent ones.

Third, as a human, we usually face problems, but a winner can adapt it. They don’t take the blame if something happen in their life. They just try to accept them. Because the problem can be solved if we can accept and make an act to make it right.

So, it is clear that a winner is not usually an intelligent people. Because to winning a hard life is not just need an intelligency, but it more about an attitude. A good attitude will make everything in our life better, and we can see a problem as a corrective feed back.

(please give me a critic or comment if thereis wrong grammar)

Friday, October 1, 2010

Akhir dari sebuah penantian

Lama kumenunggu sebuah jawaban dari sebuah penantian. Ya atau tidak. Dan hari ini…Sebuah jawaban kudapat…tak ada yang kusesali. Bagiku semua yang sudah kualami itu pengalaman yang berharga. Aku menikmati rasa sakit ini…rasa sakit karena sesuatu yang bertolak belakang dengan harapan. Tapi dibalik semua, aku menemukan damai… teman-temanku teman terhebat.you know?? Masih bisa senyum sampai detik ini Cuma karena mereka…
Tidak ada yang salah bagiku, aku,kamu,atau mereka. Semua menjalani perannya sendiri-sendiri… Saling belajar,belajar bertindak,belajar menggunakan hati untuk melangkah lebih jauh.
“kasih itu murah hati”

"Kasih itu tidak memberi paksaan."

Pukul 23.14
Ditulis setelah melewati hari yang cukup melelahkan.

Wednesday, July 21, 2010

Jakarta fair and Jakarta book fair 2010

Dari Bogor aku memutuskan untuk ke tempat saudara perempuanku yang kerja di Jakarta, di daerah pejompongan. Di Jakarta aku mengunjungi dua event yang berbeda,semuanya dalam rangka ulang tahun jakarta, Pekan Raya Jakarta dan Pesta Buku Jakarta 2010. Dua event yang sangat berbeda, tapi dua-duanya tetap menyenangkan dengan kelebihannya masing-masing. Di PRJ, barang-barang yang di tawarkan sangat beragam—dari mulai snack, produk rumah tangga sampai alat-alat elektronik. Dan juga ada wahana-wahana mini yang lebih cocok untuk anak-anak. Semua makanan tersedia disini mulai fast food sampai makanan tradisional betawi, kerak telor__semua itu di singkat menjadi satu kata---komplit---. Tapi ada satu kekurangannya, sangat membuat tidak nyaman, yaitu masalah tempat sholat. Seperti terlihat di foto di bawah, penyelenggara tidak mempersiapkan tempat sholat yang memadai,jadi pengunjung yang tidak kebagian te,pat sholat, melakukannya di ruangan-ruangan yang tidak dipakai. Para pengunjung terpaksa wudhu di wastafel, jadi pas cuci kaki, kakinya di basuh di wastafel, baru pertama kali liat beginian. Semoga hal seperti ini tidak terjadi pada event-event selanjutnya.

Event yang kedua adalah Pesta Buku Jakarta 2010 di Istora Senayan. Karena hari sebelumnya pergi ke PRJ dimana tiap stand punya musik sendiri-sendiri, begitu masuk istora, rasanya lengang banget. Meskipun lumayan banyak pengunjungnya, tapi semua tenang. Pengunjung sibuk melihat-lihat dan memilih buku.
Buku-buku lumayan lengkap ada di sini, dan tentunya selalu ada diskon, harganya jadi lebih murah dari yang di toko buku karena dari Penerbit dan distributor langsung. Untuk yang suka komik-komik langka, ada juga loh stand nya. Pokoknya yang suka baca buku pasti senang datang kesini. Dan juga penulis-penulis biasanya mengunjungi pesta buku ini. Sayang sekali aku tidak bertemu satu pun. Disini tadinya aku ingin hunting buku-buku yang lumayan berisi. Tapi sayang, aku belum sarching nama-nama penerbit yang menerbitkan buku seperti : kata,waktu(Goenawan Mohammad) Catatan Pinggir (Goenawan Mohammad) Hujan Bulan Juni (Sapardi Djoko Damono). Dapat buku yang lumayan bagus sih, karena emang udah di target buku yang satu ini. Novel rahim karangan fahd djibran. Dari harga normal 60.000, aku mendapatkan diskon 20 %. (lumayan kan?).. Buku-buku lain nya adalah Pillow talk-Christian Simamora, Rain Affair-Clara Canceriana, Ziarah angin-sajak pilihan Riau Pos 2009,The outsider(sang pemberontak)-Albert Camus.

Bagaimana menurutmu dua event tersebut?Berminat mengunjunginya?


Jakarta fair 2010








Jakarta book fair

Thursday, July 15, 2010

Journey to bogor

Liburan dari semester genap ke ganjil memang selalu lebih lama, dan liburan kali ini aku bebas dari kejenuhan yang biasanya menghinggap selama liburan. Betapa senangnya diriku waktu mendapat ajakan dari
Dinar

untuk main ke bogor. Persiapan juga Cuma 1 minggu, langsung aja heboh ngebayangin berjalan kesana-kemari. Maklum…belum pernah kesana.

Bogor itu kota hujan, tapi bersyukur pas kami ada di Bogor, predikat kota hujan sedang pindah ke Lampung.Cerita backpaker wannabe pun dimulai tanggal 23 juni, Perjalanan ke Bogor kami tempuh dengan NAIK DAMRI. Itu kenapa aku menyebutnya backpaker wannabe, emang ada backpaker naik damri?? Namanya juga wannabe. Tadinya berniat naik bus biasa dan transit di bakauheni dan merak, tapi mengingat kami nggak tau mana-mana, jadi milih cari aman saja. Dan alasan lain adalah karena kami ingin sekali naik kereta api. Banyak sekali orang diluar sana yang sudah sangat biasa naik angkutan umum itu, tapi di lampung kami nggak pernah tuh naik kereta api. (SSt..ini juga gara-gara tergila-gila dengan kisah petualangan 5 orang sahabat di novelnya Donny Dhirgantoro—5cm) Begitu sampai di Gambir jam 5 pagi, kami sholat dan beli tiket pakuan express. Kenapa pilih pakuan ekspress?? Karena setelah browsing berhari-hari, kereta yang nyaman dan cepat itu ya pakuan. Ternyata benar, kereta pakuan di jadwalkan berangkat pukul 7.15. Dan tepat waktu, kereta datang, tadinya kami sempat salah naik kereta, untung saja sadar. Hah..terlihat sekali kami ini nggak tau apa-apa, tapi kami beruntung, orang yang kami temui adalah orang-orang baik. Itu makanya ku bilang, sebenarnya orang baik itu banyak. Tapi juga harus tetap waspada bukan??

Dengan beli Tiket Pakuan ekspress yang harganya Rp. 11.000 sudah cukup cepat sampai di stasiun bogor yaitu sekitar 45 menit, ini berbeda kalau kita naik kereta ekonomi yang tiketnya hanya Rp 2500,kalau ac ekonomi harga tiketnya Rp.5.500. Tinggal pilih sesuai isi kantong kita. Beda pakuan ekspress dengan ac ekonomi baru aku tau setelah main ke jakarta beberapa hari kemudian saat ke PRJ 2010. Kalau ac ekonomi, keretanya berhenti di tiap stasiun-stasiun kecil, kalau pakuan, langsung berhenti di stasiun bogor. Pagi itu kereta ternyata sepi, mungkin karena kami melawan arus, kebanyakan penumpang datang dari Bogor ke Jakarta.







Begitu sampai di stasiun Bogor yang bangunannya masih arsitektur belanda, langsung deh foto-foto. Sindrom narsis akut tetep belum hilang. Tujuan kami di Tanah baru kec. Bogor, sesuai petunjuk, naik angkot 05, berhenti di swalayan ada, di situ bakal di jemput sama ning, temen sma dinar yang kuliah di AKA. Ning itu orangnya ramah, intinya enak bergaul dengan dia, dia suka bercerita panjang lebar dengan dinar, seperti kawan lama yang lama tak bertemu (emang iya). That was our journey to bogor. Dan hari itu, dari pagi sampai sore di isi dengan tidur-dan tidur. Mengisi energi untuk hari berikutnya.

Apa kalian pernah melakukan perjalanan ke Bogor juga?