Powered By Blogger

Thursday, June 17, 2010

Cinta diam-diam pada seseorang yang menyimpan cintanya juga dengan diam-diam

--Tulisan ini terinspirasi dari buku ke lima raditya dika pada chapter pertama ( Orang Yang Jatuh Cinta Diam-Diam)--

Punya cinta yang di simpan diam-diam seperti menyimpan bom yang siap meledak saat kau sudah tak tahan ingin dia tahu. Saat kau sangat rindu padanya, kau Cuma bisa menjerit sekeras-kerasnya, kadang jeritan itu juga tidak bisa keluar dari mulutmu. Mulutmu terkatup, tapi hatimu sudah teriak keras-keras. Teriakan yang hanya menggema dan bergemuruh di hati.

Cinta diam-diam seperti mengunci mati ruang gerakmu. Membuatmu tak bisa bergerak maju untuk menjadi lebih dekat dengannya, juga tidak bisa beranjak pergi karena kau belum mampu melepas perasaanmu sendiri.

Mungkin Ini akan lebih mudah jika kau tau sebenarnya siapa orang yang ada di hatinya, karena dengan tau siapa yang ada di hatinya, jika memang benar bukan kita, Mungkin kita akan berusaha mengikhlaskan nya dengan pelan-pelan, karena sesungguhnya melihatnya bahagia, akan menjadi sedikit lebih nyaman ketimbang sebuah ketidakpastian. Keikhlasan mungkin jalan satu-satunya saat kenyataan tidak sama dengan harapan.

Mencintai orang dengan diam-diam pada seseorang yang juga menyimpan cintanya diam-diam, entah pada siapa, yang hanya bisa dilakukan ada hanya berdoa dan berharap.

Aku berusaha mencintai ketidak pastian, karena ketidak pastian membuat harapan itu ada.

--Terimakasih pada semua sahabat yang mampu memberikan sudut pandang yang berkali-kali membuatku bisa melihat sesuatu dari sudut pandang lain, especially for dinar--

2 comments:

  1. suka tulisannya..^_^
    terinspirasi pada chapter yg sama di MMJ,tapi ga berani ngungkapin pake kata" sendiri,karena ga berani,takut dy baca (_ _")
    aq link blogmu di blogku yaaa..

    ReplyDelete
  2. Terimakasih...aku link blog mu juga. Semoga mereka bisa mengerti, walau kita tidak mengucapkannya. ^-^

    ReplyDelete