Powered By Blogger

Friday, March 18, 2011

Hujan Dan Cemburu yang Menjadi Gerimis



















Hujan… Kau akan tetap menyapaku sesekali kan?
Aku tidak mau ditinggal terlalu lama
Aku cemburu saat dia menyebut nama mu dengan cara yang berbeda kepada orang lain..
Aku yang diam-diam terus mengagumi setiap iramamu…hanya bisa menuliskan cemburu yang menbuncah, hampir tumpah seperti awan mendung

Hujan, Aku menahan marah 
Seperti melihat kekasihku di akui sebagai kekasih orang lain. 
Ah…Mungkin ia memang sedang jatuh cinta padamu..
Tau kah kamu? sebelum menorehkan kata-kata ini…aku tidak henti merasa tercuri 
Tapi seperti biasa… kalimat-kalimat ini jadi induksi. Aku bisa…
Hujan ini lambat laun jadi gerimis… Seperti rasa cemburuku yang mulai reda. 


Monday, March 7, 2011

My favourite room

In my home, I have my favourite room. For many people, bedroom is their private and favourite room, but for me, my bed room is not very special. My favourite room is a living room. This room always quiet.

My living room is the biggest room, but it is simple There is a window at east side. But It doesn’t give bright sun light because there is a building near it. So I usually turn on the lamp although it’s a day. . There are two cupboards and one sofa. It is for my book , my father’s and my sister’s book. It is long and short cupboard. We usually save our bag in there. On the cupboard, there one old photo and a vas of artificial flower. This photo was taken when my sister studied in playground .In the photo, we can see my brother wore elementary school’s uniform, my sister with a traditional clothes, kebaya and me wear simple polkadot dress. My mother looks younger and we are still a funny kids. But the unique of it’s photo is I didn’t see the camera. Maybe I looked other student. We sit together in play yard. The backgroud is a pitcure of animal. Other cupboard is for complexities. My mother put her favourite in there. The front side is from glass. So it make us easy to see the item.

In centre of the room, there is my favourite sofa. I usually sit alone, because my parents usually watching TV in tv’s room. The colour of sofa is orange. A set sofa consist of three items. It is the comfortable sofa, So I can spend my time in there. I usually read book, study or just browse when I have no work.

That is my favourite rooms. The room that I love to spend my favourite activities. For me, it is very comfortable because it’s Simple and quiet .

Friday, February 11, 2011

My spagetti



Kemarin pas mbak wening pulang ke rumah, kami menyempatkan waktu untuk membuat spageti bareng. Aku Cuma bantu dikit si…tapi kan ikut andil juga..^-^
Ini dia resepnya :
1.spageti 250 gr
2.daging sapi giling 200 gr
3.bawang bombay 1 siung
4.margarin secukupnya
5.sambal 1 botol kecil (lupa ukuranny)
6.saus sesuai selera
7.lada hitam, garam, gula
Cara :
1.panaskan margarin
2. tumis bawang bombay sampai harum..
3.masukkan daging, sampai coklat
4.beri air secukupnya
5. Beri lada hitam, garam dan gula sesuai selera
6. Setelah daging cukup matang, beri sambal dan saus
Kira-kira proses 15 menit.
Di saat yang sama, rebus spageti selama 15 menit atau sesuai selera (kekenyalan)
Setelah dua-duanya matang, keduanya siap di hidangkan…

Thursday, January 6, 2011

Maaf, aku meminjammu

Maaf meminjam namamu untuk tulisan-tulisanku. Tidak mencintaimu lagi tidak menjadikanku lupa tentang semuanya. Maaf, aku tetap saja melihatmu sesekali,walau kadang dengan tatapan acuh. Meski waktu membawa cintaku ke masa yang tidak akan kembali, karena melihatmu hampir setiap hari tetap saja mengingatkan ku akan rasa hati ini. Aku mengingat tapi hatiku sudah tidak merasakan apa-apa kecuali ketidakpedulian, entahlah, bisa disebut seperti itu atau tidak. Apakah hal-hal seperti ini bisa disebut egois? tetap menuliskan tentang kamu, tapi sudah tidak peduli?

Maafkan aku karena masih saja menyebut-nyebut namamu saat aku bilang penantianku selesai. Apakah aku terkesan memanfaatkanmu untuk jadi sumber inspirasi?
Jika kau bosan membaca kata-kata yang tak penting ini, tunggu aku menemukan seseorang yang lain, yang mampu membuat aku menuliskan sesuatu, hanya dengan melihatnya. Jika kau risih, sekali lagi, aku cuma meminta ini, sesederhana ini, biarkan aku pinjam namamu, untuk tulisan-tulisanku. Itu saja.

Saturday, January 1, 2011

terbawa waktu

Waktu, mohon tetap sejajarlah denganku
Jangan berjalan terlalu cepat
Aku tak bisa digesa-gesa

Waktu,
Aku mohon jangan buka rahasiaku
yang kuceritakan padamu dulu
Aku ingin meneruskan perjalanan
Tanpa dia tau betapa aku
Pernah tidak bisa tidur
Hanya karena
dia

Kau
Aku ingin pergi dari hadapanmu secepatnya
bukan kau yang pergi meninggalkan aku
Agar aku, tak perlu melihat kau pergi menjauh
dari tempat ini
Pergilah…
Kau tak akan sanggup memburu waktu,
karena cintaku terbawa waktu yang lalu

Saturday, November 20, 2010

A winner is not usually an intelligent person

A winner is someone who can face their life wisely. Being a winner is not always related to receiving a prize or an award. Tobe a winner is not always about compete with other. I don’t agree with the statement that a winner is usually an intelligent person. For me, being a winner is not just about intelegency, but it is about mentally side. To win our life, the key is being honest with ourself.
There are three things that can make us to be winner. First, become a winner is about being responsible with our act. Whatever we have done, it will give the result. A winner is usually accept the result, no matter what. And intelligent people is not always have it.

Second, the winner is someone who can find their inherent gift and make their own goals. If we find what we good at, we can make a plan for our life. We can develop our creativity everyday. Someone who have bad inntelegency also can pursue their dreams, if they try harder than the intelligent ones.

Third, as a human, we usually face problems, but a winner can adapt it. They don’t take the blame if something happen in their life. They just try to accept them. Because the problem can be solved if we can accept and make an act to make it right.

So, it is clear that a winner is not usually an intelligent people. Because to winning a hard life is not just need an intelligency, but it more about an attitude. A good attitude will make everything in our life better, and we can see a problem as a corrective feed back.

(please give me a critic or comment if thereis wrong grammar)

Friday, October 1, 2010

Akhir dari sebuah penantian

Lama kumenunggu sebuah jawaban dari sebuah penantian. Ya atau tidak. Dan hari ini…Sebuah jawaban kudapat…tak ada yang kusesali. Bagiku semua yang sudah kualami itu pengalaman yang berharga. Aku menikmati rasa sakit ini…rasa sakit karena sesuatu yang bertolak belakang dengan harapan. Tapi dibalik semua, aku menemukan damai… teman-temanku teman terhebat.you know?? Masih bisa senyum sampai detik ini Cuma karena mereka…
Tidak ada yang salah bagiku, aku,kamu,atau mereka. Semua menjalani perannya sendiri-sendiri… Saling belajar,belajar bertindak,belajar menggunakan hati untuk melangkah lebih jauh.
“kasih itu murah hati”

"Kasih itu tidak memberi paksaan."

Pukul 23.14
Ditulis setelah melewati hari yang cukup melelahkan.