Powered By Blogger

Wednesday, April 6, 2011

My thousand miles friend

Ini tentang pertemanan yang berawal dari dunia yang menghubungkan banyak orang, tanpa kenal jarak.

Aku mengenalnya lewat sebuah chatroom. Bagiku dia sama seperti teman yang lain, hanya saja kami berjauhan. Mungkin akan terlihat aneh karena aku sampai menuliskannya. Aku sudah minta ijin untuk menulis tentangnya, tapi dia pesan untuk mencantumkan yang baik-baik saja. Ok deh… *-^

“Apa kabar mu dyt?”

Sesekali aku mengirimkan pesan padanya, hanya untuk tau kabarnya, dia juga sebaliknya begitu.

Sebuah pertemanan yang sederhana, sebatas saling sapa di kala senggang dan kadang kami ngobrol panjang lebar walau lewat sms atau chatting. Karena lingkungan kami sangat berbeda, mungkin dengan begitu cara kami berpikir juga berbeda. Dia punya cara pandang lain, tapi bukan berarti tidak bisa saling berteman kan?

Dia, aku mengenalnya sudah hampir tiga tahun. Aku ingin bercerita, bagaimana kami bisa bertemu. Saat itu, aku sedang hobi chatting, sampe jam empat pagipun menyempatkan diri untuk chatting. Begitu masuk si chatroom, Cuma ada nickname yang muncul : shanfoe.

Mulai dari tegur sapa basa-basi sampai membicarakan ini itu seperti teman biasa. Akhirnya kita simpan di kontak nickname masing-masing.

_sebatas itu_

Jeng-jeng-jeng

Aku tidak pernah berharap bisa bertemu dengannya, sampai suatu saat pada bulan Juli 2010..lama tak mendengar kabarnya, dia update status di FB: lampung.

Dan dari situ, akhirnya aku tau, dia sedang menuju Jambi dan singgah di Lampung, tapi sayang sekali, saat itu aku sedang tidak di Bandar Lampung, jadi tidak bisa bertemu.

Ternyata kesempatan datang dua kali, dia singgah lagi saat perjalanan pulang. Dag-dig-dug…. Bertemu dengan seorang yang kita kenal dari kata-katanya, namun tidak secara nyata, mungkin selalu tidak biasa (MUNGKIN). Takut nggak nyambung, tapi setelah kami bersalaman dan ngobrol…ternyata….dia sama seperti waktu di chatting, jadi kami seperti teman lainnya, bicara ini-itu tanpa canggung.Ketawa-ketiwi…

sampai akhirnya dia harus kembali ke semarang, dan kami belum pernah bertemu lagi sampai saat ini. Jarak bukan alasan untuk kita menjalin pertemanan.

Untuk Andyt: makasih ya..waktu itu menyempatkan dua jam untuk bertemu denganku… satu kali itu bagiku sangat berharga kawan.

(tak susah mengingat mu, karena kamu mirip sepupuku, he..)

(Makasih untuk ijin nulis nya ya…_

-Semangat!!-


Ditulis pada 3/27/2011

12:07:46 AM

Saturday, April 2, 2011

Tentang Mimpi-Mimpi















aku dan Dinar…sesederhana ini “menikmati kota Bandar Lampung, dengan cara yang tidak biasa kami lakukan.” Karena Bandar Lampung bukan kota wisata, jadi sedikit sulit untuk menemukan tempat yang memang benar-benar untuk wisata. Jadi mimpi sederhana kami adalah..menyusuri jalanan…(udah kayak apa aja ini..) Ide ini spontan di bahas hari sebelumnya, “yuk keliling bandar lampung besok” ajak Dinar . Dan hari itu, 30 Maret 2011 udah bukan mimpi lagi. Dari kampus ke arah jalan raya, kita jalan kaki..sambil servis hp Dinar. Lantas, di perjalanan tiba-tiba kami ingat ada museum lampung, letaknya dekat sekali dengan kampus. Tapi selama hampir tiga tahun di sini, aku belum pernah kesana. Terakhir kesana SMP kalau nggak salah. (kasian banget museumnya dicuekin.hiks) Kita nggak masuk si sebenernya, cuma foto-foto di luarnya. Pokoknya hari itu kita kayak bukan di kota sendiri, serasa lagi jadi traveller gitu deh.

Setelah museum Lampung, kita ke gedung Juang 45. Kami berdua bingung ini bangunan apa ya? Kok namanya bagus… Setelah di baca plang tulisannya, kok kantor hukum..(??) Sekali lagi cuma foto-foto.Kemudian di lanjutkan ke tempat-tempat disekitarnya, jadi tinggal jalan kaki aja.


Dan tujuan utama nya adalah jeng jeng jeng..apa coba?? “ BUNDERAN GAJAH” #random banget kan?? Jadi kita foto-foto dengan pedenya, kadang ada yang nengok, kadang ada yang senyum-senyum liat kami. Prinsipnya yang penting bukan orang yang kami kenal. Cuma beberapa menit di bunderan Gajah…siang itu mendung dan sedikit gerimis..tapi gerimis kan romantis…hehehe. Lanjutin perjalanan, naik angkot ungu. Ke sekitar Masjid Al-Furqon. Foto-foto di dinding jalan yang bermotif tapis…Dan karena kaki udah cenat-cenut..kami istirahat di masjid…di salah satu sudut… “kami senyum-senyum lagi” Tidak menyangka bisa juga keliling kota dan naik becak sekali( seperti naik becak itu sebuah hal terkeren aja ^-^).

Hmm di sudut masjid,… kami teringat mimpi lain…Mimpi tentang perjalanan yang lebih jauh dari yang pernah kami lakukan. Mimpi untuk berdiri disuatu tempat tertinggi yang mungkin kami bisa capai. Mimpi bermalam di suatu desa…dengan tenda yang terletak di sebuah danau… Ranu Pane namanya… Ini mimpi kami…hal yang selalu membuat kami tersenyum walau belum jadi kenyataan. Perjalanan ke Jawa Timur itu, mungkin akan jadi perjalanan terakhir sebelum kami menjalani hidup masing-masing. Dinar dan aku... ya, mungkin hanya berdua saja… Tapi akan lebih bahagia kalau teman-teman Topsy Turvy bisa ikut. “Semeru tak terdaki oleh kami yang notabene bukan anak pecinta alam, cukup gunung terdekatnya saja…

Rencana Perjalanan panjang ini, akan kami mulai pada bulan Desember 2012. Menunggu ritual kasodo, dan juga menunggu kami wisuda.

Kata terakhir diatas adalah kunci dari perjalanan ini. Perjalanan yang merupakan Sebuah perayaan, dan juga mungkin perjalanan pelepasan.

“mimpi itu gratis, yang tidak gratis adalah mewujudkannya”

Dan aku kembali teringat tentang skripsi…

“aku ingin berada dipuncak itu, bersamamu”

(Kenapa aku menuliskannya diblog, seolah-olah ingin semua orang tau??, bukan, bukan karena itu… Aku hanya ingin selalu mengingatkan diriku sendiri, kalau aku harus bisa mewujudkannya).


Friday, March 18, 2011

Hujan Dan Cemburu yang Menjadi Gerimis



















Hujan… Kau akan tetap menyapaku sesekali kan?
Aku tidak mau ditinggal terlalu lama
Aku cemburu saat dia menyebut nama mu dengan cara yang berbeda kepada orang lain..
Aku yang diam-diam terus mengagumi setiap iramamu…hanya bisa menuliskan cemburu yang menbuncah, hampir tumpah seperti awan mendung

Hujan, Aku menahan marah 
Seperti melihat kekasihku di akui sebagai kekasih orang lain. 
Ah…Mungkin ia memang sedang jatuh cinta padamu..
Tau kah kamu? sebelum menorehkan kata-kata ini…aku tidak henti merasa tercuri 
Tapi seperti biasa… kalimat-kalimat ini jadi induksi. Aku bisa…
Hujan ini lambat laun jadi gerimis… Seperti rasa cemburuku yang mulai reda. 


Monday, March 7, 2011

My favourite room

In my home, I have my favourite room. For many people, bedroom is their private and favourite room, but for me, my bed room is not very special. My favourite room is a living room. This room always quiet.

My living room is the biggest room, but it is simple There is a window at east side. But It doesn’t give bright sun light because there is a building near it. So I usually turn on the lamp although it’s a day. . There are two cupboards and one sofa. It is for my book , my father’s and my sister’s book. It is long and short cupboard. We usually save our bag in there. On the cupboard, there one old photo and a vas of artificial flower. This photo was taken when my sister studied in playground .In the photo, we can see my brother wore elementary school’s uniform, my sister with a traditional clothes, kebaya and me wear simple polkadot dress. My mother looks younger and we are still a funny kids. But the unique of it’s photo is I didn’t see the camera. Maybe I looked other student. We sit together in play yard. The backgroud is a pitcure of animal. Other cupboard is for complexities. My mother put her favourite in there. The front side is from glass. So it make us easy to see the item.

In centre of the room, there is my favourite sofa. I usually sit alone, because my parents usually watching TV in tv’s room. The colour of sofa is orange. A set sofa consist of three items. It is the comfortable sofa, So I can spend my time in there. I usually read book, study or just browse when I have no work.

That is my favourite rooms. The room that I love to spend my favourite activities. For me, it is very comfortable because it’s Simple and quiet .

Friday, February 11, 2011

My spagetti



Kemarin pas mbak wening pulang ke rumah, kami menyempatkan waktu untuk membuat spageti bareng. Aku Cuma bantu dikit si…tapi kan ikut andil juga..^-^
Ini dia resepnya :
1.spageti 250 gr
2.daging sapi giling 200 gr
3.bawang bombay 1 siung
4.margarin secukupnya
5.sambal 1 botol kecil (lupa ukuranny)
6.saus sesuai selera
7.lada hitam, garam, gula
Cara :
1.panaskan margarin
2. tumis bawang bombay sampai harum..
3.masukkan daging, sampai coklat
4.beri air secukupnya
5. Beri lada hitam, garam dan gula sesuai selera
6. Setelah daging cukup matang, beri sambal dan saus
Kira-kira proses 15 menit.
Di saat yang sama, rebus spageti selama 15 menit atau sesuai selera (kekenyalan)
Setelah dua-duanya matang, keduanya siap di hidangkan…

Thursday, January 6, 2011

Maaf, aku meminjammu

Maaf meminjam namamu untuk tulisan-tulisanku. Tidak mencintaimu lagi tidak menjadikanku lupa tentang semuanya. Maaf, aku tetap saja melihatmu sesekali,walau kadang dengan tatapan acuh. Meski waktu membawa cintaku ke masa yang tidak akan kembali, karena melihatmu hampir setiap hari tetap saja mengingatkan ku akan rasa hati ini. Aku mengingat tapi hatiku sudah tidak merasakan apa-apa kecuali ketidakpedulian, entahlah, bisa disebut seperti itu atau tidak. Apakah hal-hal seperti ini bisa disebut egois? tetap menuliskan tentang kamu, tapi sudah tidak peduli?

Maafkan aku karena masih saja menyebut-nyebut namamu saat aku bilang penantianku selesai. Apakah aku terkesan memanfaatkanmu untuk jadi sumber inspirasi?
Jika kau bosan membaca kata-kata yang tak penting ini, tunggu aku menemukan seseorang yang lain, yang mampu membuat aku menuliskan sesuatu, hanya dengan melihatnya. Jika kau risih, sekali lagi, aku cuma meminta ini, sesederhana ini, biarkan aku pinjam namamu, untuk tulisan-tulisanku. Itu saja.

Saturday, January 1, 2011

terbawa waktu

Waktu, mohon tetap sejajarlah denganku
Jangan berjalan terlalu cepat
Aku tak bisa digesa-gesa

Waktu,
Aku mohon jangan buka rahasiaku
yang kuceritakan padamu dulu
Aku ingin meneruskan perjalanan
Tanpa dia tau betapa aku
Pernah tidak bisa tidur
Hanya karena
dia

Kau
Aku ingin pergi dari hadapanmu secepatnya
bukan kau yang pergi meninggalkan aku
Agar aku, tak perlu melihat kau pergi menjauh
dari tempat ini
Pergilah…
Kau tak akan sanggup memburu waktu,
karena cintaku terbawa waktu yang lalu